Buletinjogja.com – Twitter memastikan kini tidak akan bisa digunakan untuk file format PNG (Animated PNG/APNG) dari platformnya lagi. Twitter menyebut file APNG tertentu bisa memicu kejang-kejang pada pengguna yang mengidap epilepsi.
Twitter mengatakan bahwa pihaknya menginginkan untuk orang-orang yang sensitif terhadap gambar gerak, termasuk penggunanya yang mengidap epilepsi.
“Kami ingin semua orang memiliki pengalaman yang aman di Twitter,” tulis akun Twitter/@twitterEng.
Twitter menyebut file gambar bergerak dalam jumlah versi Twitter memiliki ukuran file yang besar dibanding preview image di timeline Twitter. Hal ini bisa membuat ponsel jadi lemot, selain itu juga disebut tidak aman bagi pengidap epilepsi. Pihak Twitter juga menilai bahwa APNG tidak mematuhi aturan keamanan yang telah ditetapkan.
“Ini demi keamanan pengguna yang sensitif terhadap gerakan dan gambar yang berkedip, termasuk mereka pengidap epilepsi,” tulis Twitter.
Twitter menghilangkan fitur APNG sebagai bentuk tindak pencegahan karena sebelumnya pada bulan November pada saat peringatakan bulan kesadaran epilepsi di AS, yayasan Epilepsi AS sempat di-tag oleh beberapa orang dalam unggahan animasi gambar yang berkedip dengan cahaya yang terang. Meskipun pada saat itu APNG tidak digunakan dalam kasus tersebut.
