
YOGYAKARTA – Kelurahan Prenggan, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta merupakan salah satu kelurahan yang melaksanakan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan covid-19, dengan melakukan himbauan melalui pemasangan poster maupun door to door untuk tidak boleh ada perkumpulan masyarakat dengan jumlah banyak, selalu jaga jarak dengan orang lain, selalu memakai masker jika keluar rumah, untuk pendatang/warga mudik segera lapor RT/RW dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
Namun, salah satu tempat di Prenggan yakni kantor Walhi Yogyakarta tidak mengindahkan himbauan tersebut, ditemukan 9 orang yang berkumpul melakukan kegiatan di dalam kantor tersebut (18/04). Fajar salah satu warga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT. Fajar mengatakan bahwa dirinya sebelumnya sudah diperingatkan oleh salah satu orang bernama Budi Wardoyo yang mengatakan akan ada kegiatan pengumpulan masyarakat dari luar Kotagede di Kantor Walhi Yogyakarta. “Saya sebelumnya sudah mendapatkan informasi ini, jadi saya sudah wanti-wanti sama kegiatan di kantor ini” ujar Fajar.
Ketua RT setempat dan wargapun mendatangi kantor tersebut untuk dimintai keterangan. Mereka beralasan membahas kegiatan sosial Solidaritas Pangan Jogja dengan membagikan makanan nasi bungkus, masker dan handsanitaizer, akan tetapi ditemukan kecurigaan bukan warga asli Kotagede sehingga orang-orang tersebut diminta data identitas diri tetapi banyak yang tidak menunjukkan identitas diri.
Wargapun berdiskusi dengan salah satu pimpinan kegiatan di Kantor Walhi tersebut dan menghasilkan kesepakatan pukul 21.00 Wib semua sudah membubarkan diri, kembali kerumah masing-masing dan tidak ada kegiatan kumpul-kumpul lagi di kantor Walhi Yogyakarta. Kegiatan pembubaran berlangsung kondusif dan damai, tidak ada Intimidasi dari pihak warga maupun walhi. Pak RT Setempat berharap agar tidak terulangnya kejadian serupa di Keluarahan Prenggan ini.
